Studio6 menit baca
Membangun Monolith: arsitektur tropis sebagai pola
Bagaimana bidang beton, ventilasi silang, dan bayangan panjang menjadi titik awal koleksi 26 / II.

Koleksi ini dimulai dari sebuah pertanyaan sederhana: bagaimana pakaian bisa bekerja seperti bangunan yang baik di iklim tropis — memberi naungan, membiarkan udara lewat, dan tetap terlihat tenang di bawah cahaya keras.
Bidang dan bayangan
Kami memotong panel lebih besar dari biasanya dan mengurangi jahitan dekoratif. Hasilnya adalah permukaan yang menangkap bayangan dengan cara yang sama seperti dinding beton menangkap matahari sore.
“Struktur tanpa beban — itu prinsip yang kami ulang di setiap fitting.”
Wol tropis 210 g/m² dipilih karena jatuhnya yang bersih dan kemampuannya bernapas. Poplin padat memberi kontras: renyah, presisi, dan mudah dirawat.
Ventilasi sebagai detail
Rumah-rumah tropis yang kami kagumi tidak menutup diri dari panas; mereka mengalirkannya. Prinsip itu kami terjemahkan menjadi lipit punggung yang terbuka saat bergerak, lubang lengan yang sedikit lebih dalam, dan blazer tanpa bantalan bahu yang berat.
Detail-detail ini hampir tidak terlihat dari jauh. Ia baru terasa setelah setengah hari di luar ruangan, ketika pakaian masih jatuh rapi dan tubuh tidak merasa terkurung.
Palet yang diambil dari material
Hitam, arang, dan gading bukan pilihan tren. Ketiganya adalah warna beton basah, bayangan di bawah kanopi, dan dinding kapur yang memudar. Kami ingin setiap potongan bisa dipadukan satu sama lain tanpa perlu berpikir panjang di pagi hari.
“Kalau sebuah jaket tidak bisa dipakai lima tahun lagi, kami belum selesai mendesainnya.”
Dikenakan di artikel ini
Produk dalam artikel
Bacaan selanjutnya
Semua artikelEditorial4 menit baca
Pesisir dan bayangan: pratinjau Resort 27
Garis pantai utara, rumah panggung, dan tusuk tangan di sepanjang plaket. Sekilas tentang koleksi resort berikutnya.
Panduan Gaya4 menit baca
Satu kemeja, tujuh hari
Latihan kecil dalam berpakaian dengan sedikit: bagaimana satu kemeja poplin bisa bekerja dari Senin hingga Minggu.
Editorial5 menit baca
Jam biru: berpakaian setelah matahari terbenam
Satin berat, wol krep, dan siluet kolom untuk malam yang masih hangat. Catatan dari pemotretan Edisi Malam.







